Universitas Rokania
Daftar Blog Kontak Peta App

Sinergi Perguruan Tinggi Riau: Universitas Rokania dan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah Jalin Kolaborasi Tridarma

Pekanbaru, 29 Oktober 2025 — Universitas Rokania menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi strategis di bidang tri dharma perguruan tinggi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah Pekanbaru. Kegiatan ini berlangsung di sela Rapat Kerja LLDIKTI Wilayah 17 pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Rokania, Dr. Desmelati, M.Sc., dan Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah Pekanbaru Dr. Ns. Hj. Rifa Yanti, S.Kep., M.Biomed. Penandatanganan turut disaksikan oleh Ketua Yayasan Rokan Riau Raya, Ir. Adyanata Lubis, M.Kom., sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan jejaring akademik dan percepatan mutu kelembagaan kedua institusi.

Dalam perjanjian ini, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam beberapa ruang lingkup utama, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya, serta pelaksanaan kegiatan lain yang relevan dengan fungsi dan kewenangan masing-masing institusi. Kerja sama ini dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi operasional, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kolaborasi diharapkan menjadi instrumen nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas institusi secara lebih efektif, adaptif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Rektor Universitas Rokania, Dr. Desmelati, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem akademik, khususnya pada bidang kesehatan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Universitas Rokania saat ini menempatkan sinergi lintas institusi sebagai salah satu pilar percepatan mutu, baik dalam hal pengembangan kurikulum, mobilitas dosen dan mahasiswa, maupun produksi luaran ilmiah bersama yang bereputasi. “Ini bukan sekadar MoU untuk dokumentasi, tetapi mandat untuk bergerak bersama. Kita ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga dampak,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah Dr. Ns. Hj. Rifa Yanti, S.Kep., M.Biomed menekankan pentingnya penguatan kolaborasi regional antarlembaga pendidikan tinggi di Riau. Menurutnya, tantangan dunia kesehatan dan teknologi saat ini menuntut keterpaduan kompetensi: aspek teknis, aspek regulasi, hingga aspek kemasyarakatan. Melalui kerja sama ini, kedua kampus dapat saling melengkapi Universitas Rokania dengan kekuatan di bidang ilmu komputer, teknologi, kebidanan dan pembangunan daerah; serta Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah dengan kompetensi pada ilmu kesehatan, layanan kesehatan masyarakat, serta tenaga kesehatan terapan.

Ruang lingkup pendidikan dalam kerja sama ini mencakup potensi pertukaran dosen dan narasumber ahli, penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja (DUDIKA), kuliah tamu bersama, pembinaan mahasiswa, serta peluang program magang dan asistensi lapangan. Pada aspek penelitian, kedua pihak berkomitmen mendorong riset kolaboratif yang relevan dengan isu strategis daerah, seperti kesehatan masyarakat berbasis teknologi, digitalisasi layanan kesehatan, penguatan data kesehatan daerah, dan pemodelan kebijakan berbasis evidensi.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, kesepakatan mendorong pelaksanaan program bersama yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Riau, melalui edukasi kesehatan, pemberdayaan keluarga, literasi teknologi, pelatihan kader kesehatan berbasis digital, serta penguatan desa binaan. Model pengabdian yang dirancang menekankan dua hal: dampak langsung ke masyarakat dan rekognisi luaran dosen-mahasiswa sesuai standar penilaian LLDIKTI dan akreditasi.

Aspek lain yang turut diatur dalam perjanjian adalah pengembangan sumber daya. Ini meliputi peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui pelatihan bersama, workshop peningkatan kompetensi, penyusunan dan pengembangan standar mutu internal, hingga dukungan implementasi regulasi terbaru pendidikan tinggi. Kedua institusi juga membuka ruang bersama untuk penyelenggaraan agenda ilmiah seperti seminar nasional, forum akademik, maupun diskusi kebijakan tematik lintas disiplin.

Ketua Yayasan Rokan Riau Raya, Ir. Adyanata Lubis, M.Kom., yang turut mendampingi proses penandatanganan, menyambut positif kemitraan ini. Ia menekankan bahwa kerja sama antarinstitusi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan, terutama dalam konteks percepatan penguatan daya saing perguruan tinggi di tingkat regional. “Kita tidak lagi bicara kampus sebagai entitas yang berdiri sendiri, tapi ekosistem. Ekosistem inilah yang akan menentukan kemampuan kita menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Penandatanganan PKS ini sekaligus menunjukkan bahwa Universitas Rokania dan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah memiliki kesamaan arah: membangun pendidikan tinggi yang tidak hanya patuh regulasi, tetapi relevan secara sosial. Melalui koordinasi formal dalam koridor Rapat Kerja LLDIKTI Wilayah 17, kedua pimpinan perguruan tinggi menegaskan komitmen untuk segera menindaklanjuti naskah kerja sama ini ke level implementasi teknis melalui penyusunan program kerja bersama, pembentukan tim pelaksana, dan penjadwalan kegiatan awal di masing-masing institusi.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Universitas Rokania semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring kolaboratif lintas bidang untuk mendorong pemerataan mutu pendidikan tinggi di Riau. Di saat yang sama, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Inssyirah menegaskan peran strategisnya dalam melahirkan sumber daya manusia kesehatan dan teknologi yang responsif terhadap kebutuhan daerah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama fungsional antarperguruan tinggi di wilayah LLDIKTI 17 dalam mendukung percepatan tata kelola mutu, inovasi akademik, dan pelayanan kepada masyarakat.

Universitas Rokania

Penerimaan Mahasiswa Baru
TA. 2025/2026